Jumat, 01 Januari 2016

ANAK BERBAKAT





PENGGUNAAN ISTILAH ANAK BERBAKAT

n  Supernormal: digunakan untuk memberikan sebutan terhadap anak yang tergolong memiliki kecerdasan tinggi (ditentukan oleh angka IQ 110-200)
n  Klasifikasi bersadarkan rangking/tingkatan IQ:
   -  superior (110 – 125)
   -  Gefted (125 – 140)
   -  Genius  (140 – 200)
 IQ menunjukkan kecerdasan seseorang pada rata-rata tingkat umurnya.
IQ ukuran adalah jecerdasan seseorang yang diperoleh dengan membagi umur mental (MA) dengan umur kronologi (CA) individu.
n  Gifted dan Talented
Ø  Anak yg mempunyai kemampuan tinggi (Gifted)
Ø  Anak yang menunjukkan penonjolan kecakapan khusus yhg bidangnya berbeda-beda antara anak satu dgn lainnya.
n  Gifted: kemampuan berfikir dengan IQ yg tinggi (140) dan adanya kecakapan khusus yg menonjol pd satu bidang  tertentu, bidang ini tergantung pd bakat bawaan masing2 anak (intelektual/akademisi).
n  Talented: hanya kemahiran menguasai satu bidang khusus saja (musik, mengarang, drama, melukis, kepemimpinan, sosial. dll/ non akademik).

Pengertian Bakat dan Anak Berbakat
n  Utami munandar ; memiliki poetensi tertentu
n  Anak berbakat umumnya memiliki IQ di atas rata-rata minimal 130
Renzuli
       => Anak berbakat merupakan satu interaksi diantara tiga sifat dasar manusia yg menyatu ikatan terdiri dari kemampuan umum dengan tingkatnya di atas kemampuan rata- rata, komitmen yg tinggi terhadap tugas-tugas dan kreativitas yg tinggi
n  Bakat (aptitude) :
  - Kemampuan bawaan atau khusus (spesifik) yang dibawa sejak lahir sebagai potensi yg masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud.
 -  Bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar bakat tersebut dapat  dimanifestasikan dimasa yg akan datang.
n  Intelegensi yaitu suatu kemampuan mental  yg dibawa oleh individu sejak lahir dan dapat digunakan utk menyesuaikan diri di dlm lingkungan yg baru, serta utk memecahkan problem-problem yg dihadapi dgn cepat dan tepat.
n  Hubungan Intelegensi dengan Bakat :
adalah positif : apabila seseorang memiliki IQ tinggi dan memiliki bakat dalam bidang tertentu maka dgn IQ tinggi tersebut ia akan dapat mencapai hasil lebih tinggi pula secara kuantitas dan kualitas.

Perbedaan Anak Berbakat, Cerdas dan Pintar
n  Berbakat : memiliki komitmen tinggi pada bidang yang disukainya.
n  Cerdas : memiliki taraf intelegensi yang tinggi.
n  Pintar atau Pandai : raking satu karena rajin belajar.
n  Anak pandai belum tentu berbakat dan belum tentu cerdas.
n  Anak berbakat berarti punya potensi sedangkan pintar bisa didapat dari tekun mempelajari sesuatu.

Contoh Anak Berbakat
n  Edits Stern (2 thn sudah bisa membaca, 3 thn main catur, 4 thn dpt memecahkan soal matematika, 12 thn masuk Michigan University, 15 thn menjadi dosen ilmu kalkulus tingkat tinggi).
n  Danny Jacoby (6 thn masuk kuliah di New York University)
n  Mathew Marcus ( 12 thn mahasiswa penuh di New York University, belajar kalkulus dan ikut riset kimia).
n  King Ung Yong (4 thn 8 bln menghitung  di luar kepala, mengubah sajak dlm 4 bahasa, menarik akar kuadrat dlm beberapa detik).

Karakteristik dlm bidang akademik
n  memiliki perhatian yg lama terhadap suatu bidang akademik khusus,
n  sangat maju tentang konsep, metode, dan terminologi dari bidang akademik khusus,
n  mampu mengaplikasikan berbagai konsep dari bidang akademik khusus yg dipelajari pd aktivitas-aktivitas dlm bidang-bidang lain,
n  kesediaan mencurahkan sejumlah besar perhatian dan usaha utk mencapai standar yg tinggi dalam suatu bidang akademik,
n  memiliki sifat kompetitif yg tinggi dalam suatu bidang akademik khusus dan motivasi yg tinggi utk berbuat yg terbaik,
n  belajar dgn cepat dlm suatu bidang akademik khusus.

Karakteristik dlm bidang sosial dan fisik
q  fisik yang menarik dan rapi dalam penampilan,
q  diterima oleh mayoritas dari teman-teman sebaya dan orang dewasa,
q  keterlibatan mereka dalam beberapa kegiatan sosial, memberikan sumbangan positif dan konstruktif

Utk mengenali karakteristik anak berbakat dpt dilihat dari :
1. Potensi
Ø  memiliki potensi yang unggul
Ø  dpt disebabkan oleh faktor keturunan
Ø  cakap mengevaluasi keterbatasan dan kelebihan yg dimiliki dirinya dan orang lain. Sifat ini akan membuat anak berbakat, tampil bijaksana 

2. Cara menghadapi masalah
  1. Mereka mampu melihat hubungan permasalahan itu secara komprehensif dan juga mengaplikasikan konsep-konsep yg kompleks dlm situasi yg kongkrit.
  2. Mereka akan terpusat pd pencapai tujuan yg ditetapkan.
  3. Mereka suka bekerja secara independent dan membutuhkan kebebasan dalam bergerak dan bertindak.
  4. Mereka menyukai cara-cara baru dlm mengerjakan sesuatu dan mempunyai intens utk berkreasi

3. Prestasi
  1. Fisik : memiliki daya tahan tubuh yang prima serta koordinasi gerak fisik yg harmonis
  2. psikologis : memiliki kemampuan emosi yg unggul dan secara sosial pd umumnya mereka adlh anak-anak yg populer serta lbh mudah diterima
  3. Akademik : memiliki sistem syaraf pusat (otak dan spinal cord) yg prima. Oleh karena itu mereka dpt mencapai Tk kognitif yg tinggi. meliputi berfikir aplikasi, analisis, sintesis, evaluasi dan kognitif tk rendah terdiri dari berfikir mengetahui dan komprehensif.
    Dalam usia yg lebih muda dari anak-anak normal, anak-anak berbakat sudah mampu membaca dan kemampuan ini berkembang terus scr konsisten. mampu menggunakan perbendaharaan kata yg sudah maju

Karakteristik negatif anak berbakat :
  1. Mampu mengaktualisasikan pernyataan secara fisik berdasarkan pemahaman pengetahuan yang sedikit.
  2. Dapat mendominasi diskusi.
  3. Tidak sabar untuk segera maju ke tingkat berikutnya.
  4. Sukaribut.
  5. Memilih kegiatan membaca dari pada berparfsipasi aktif dalam kegiatan masyarakat, atau kegiatan fisik.
  6. Suka melawan aturan, petunjuk-petunjuk atau prosedur tertentu.
  7. Jika memimpin diskusi akan membawa situasi diskusi ke situasi yang harus selalu tuntas.
  8.  Frustasi disebabkan tidak jalannya aktivitas sehari-hari.
9.       Menjadi bosan karena banyak hal yang diulang-ulang.
  1. Menggunakan humor untuk     memanipulasi sesuatu.
11.  Melawan jadwal yang (hanya) didasarkan atas pertimbangan waktu saja bukan atas pertimbangan tugas.
  1. Mungkin akan kehilangan interns dengan cepat.

PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN ANAK BERBAKAT
n  AKSELERASI merupakan suatu bentuk peningkatan kecepatan waktu dalam menguasai materi, dilakukan dalam bentuk kelas khusus, kelompok khusus, atau sekolah khusus.
n  ESKALASI merupakan penanjakan kehidupan mental melalui berbagai program pengayaan materi.

ISLAM UNTUK DISIPLIN ILMU PENDIDIKAN





“ISLAM UNTUK DISIPLIN ILMU PENDIDIKAN”

1.      Pengertian Pendidikan Islam
a.       Pengertian Pendidikan Islam Menurut Bahasa
Kata “pendidikan” dalam bahasa arab adalah “ tarbiyah “ dengan kata kerja “rabba” . kata “pengajaran” dalam bahasa arab “ta’lim” dengan kata kerja “alama”. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya “tarbiya wa ta’lim” sedangkan ”pendidikan islam” dalam bahasa arabnya “tarbiyah islamiyah”.
b.      Pengertian Pendidikan Islam Menurut Para Ahli
Menurut Drs. Ahmad D. Marimba “pendidikan Islam” adalah bimbingan jasmani, rohani berdasarkan hukum-hukum agama islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran islam.
Menurut Musthafa Al-Ghulayaini “pendidikan Islam” adalah menanamkan akhlak yang mulia didalam jiwa anak dalam masa pertumubuhannya dan menyiaminya dengan air petunjuk dan nasihat, sehingga akhlak itu menjadi salah satu kemampuan (meresap dalam) jiwanya kemudian buahnya berwujud keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja untuk kemanfaatan tanah air.
Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa pendidikan islam ialah bimbingan yang dilakukan oleh seorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim.

2.      Ruang Lingkup Pendidikan Islam
Ilmu pendidikan Islam mempunyai ruang lingkup sangat luas, karena di dalamnya banyak pihak-pihak yang ikut terli bat baik langsung atau tidak langsung. Adapun yang menjadi ruang lingkup pendidikan Islam adalah:
a)      Perbuatan mendidik sendiri
Yaitu seluruh kegiatan yang dilakukan oleh pendidikan sewaku menghadapi atau mengasuh anak didik.
b)      Anak didik
Yaitu obyek terpenting dalam pendidikan Islam
c)      Dasar dan tujuan pendidikan Islam
Yaitu landasan yang menjadi fundamental dan sumber dari segala kegiatan pendidikan islam yang dilakukan.
d)     Pendidik
Yaitu subyek yang melakukan pendidikan Islam
e)      Materi pendidikan Islam
Yaitu bahan-bahan belajar ilmu agama Islam yang disusun sedemikian rupa untuk disajikan kepada anak didik.
f)       Metode pendidikan Islam
Cara yang paling tepat dilakukan oleh pendidik untuk menyampaikan materi pendidikan Islam.
g)      Evaluasi pendidikan
Yaitu memuat cara-cara bagaimana mengadakan evaluasi atau penilaian terhadap hasil belajar anak didik.
h)      Alat-alat pendidikan Islam
Alat-alat yang dapat digunakan selama melaksanakan pendidikan Islam agar tujuan pendidikan Islam tersebut lebih berhasil.
i)        Lingkungan sekitar
Yaitu keadaan-keadan yang ikut berpengaruh dalam pelaksanaan serta hasil pendidikan Islam.

3.      Landasan Pendidikan Islam
Sebagai aktivitas yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pembinaan kepribadian, tentunya pendidikan Islam memwrlukan landasan kerja untuk memberi arah bagi programnya. Sebab dengan adanya dasar juga berfungsi sebagai sumber semua peraturan yang akan diciptakan sebagai pegangan langkah pelaksanaan dan sebagai jalur langkah yang menentukan arah usaha tersebut.
Dasar pelaksanaan pendidikan Islam terutama adalah Al-Quran dan Al-Hadits.
1)      Al-Quran diturunkan kepada umat manusia untuk memberi petunjuk ke arah jalan hidup yang lurus dalam arti memberi bimbingan dan petunjuk ke arah jalan yang di ridhoi Allah swt.
2)      Hadits menerangkan bahwa Nabi adalah benar-benar pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus, sehingga beliau memerintahkan kepada umatnya agar saling memberi petunjuk, memberikan bimbingan, penyuluhan, dan pendidikan Islam.

4.      Kelembagaan Pendidikan Islam
Lembaga pendidikan Islam adalah suatu wadah atau tempat berlangsungnya proses pendidikan Islam, lembaga pendidikan itu mengandung konkrit berupa sarana dan prasarana dan juga pengertian yang abstrak dengan adanya norma-norma tertentu, serta penanggungjawab pendidikan itu sendiri.
Dalam Islam, pola tingkah laku yang telah melembagakan pada jiwa setiap individu muslim mempunyai dua bagian, yaitu lembaga yang dapat berubah dan lembaga yang tidak dapat berubah.
Lembaga yang dapat berubah diantaranya: ijtihad, fiqh, akhlak, lembaga ekonomi, lembaga pergaulan sosial, lembaga politik, lembaga seni, lembaga negara, lembaga ilmu pengetahuan, lembaga pendidikan.
Lembaga yang tidak dapat berubah diantaranya: Rukun Iman, syahadatain, tharah, shalat, zakat, puasa, haji, ikhlas dan takwa.

5.      Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepada-Nya, dan dapat mencapai kehidupan yang berbahagia di dunia dan akhirat.